Kamis, 23 September 2010

HP Ku, Mengoleksi Cowo

By. Faby's Properti


BAB I

"Maafkan aku, menduakan cintamu . . .", HP Icha pun berbunyi. Lalu Icha pun segera menjawab telepon tersebut.

"Hallo?"
"Jgreeekkk", tiba-tiba telepon terputus. Ternyata hanya misscall.
"Yak ampuuuun, siapa coba yang berani-beraninya telepon w maghrib-maghrib gini. Gak tau waktu ya tuh orang", ucap Icha kesal karena diganggu oleh misscallan dari orang yang dianggap iseng olehnya.
"Niat hati mau telepon balik, tapi w gag da pulsa. huhu sebel banget w sama hari ini", gerutu Icha dalam hati.

KE ESOKKAN HARINYA

"Weekend yang menyebalkan karna gua harus les bahasa inggris, kasihan w", ucap Icha sambil bersiap-siap untuk berangkat menuju tempat les.
"Weeetzzz, sampai lupa w, pokoknya hari ini w harus isi pulsa buat nelepon orang iseng kemarin sore", kesal Icha ingat kejadian kemarin dan Icha pun segera membeli pulsa dekat rumahnya.

Icha mengirim SMS terlebih dahulu, sebelum menelepon orang tersebut.

SMS1: Selamat Pagi
Maaf ini siapa ya? Soalnya kemarin nomor ini misscall-misscall nomor w

SMS dikirim. Lalu dibalas.

SMS2: Apa??? w misscall-misscall u?
Tau juga gak siapa u? Tau juga gak nomer HP u?
Ngapain w misscall-misscall u?
Kurang kerjaan banget w.

"Oh My God, nyolot banget, iichhh pokoknya harus w telepon", ucap Icha kesal dan langsung menelepon orang tersebut.

"Hallo, Assalamu'alaikum", salam Icha dengan sopan.
"Wa'alaikum salam", jawab orang tersebut.
"Ini siapa?" , tanya Icha.
"Lho? Seharusnya w yang tanya kaya gitu, u siapa?", tanya balik orang tersebut dengan suara lantang.
"Heh . . . kemarin tuch waktu maghrib-maghrib u misscall-misscall w. Sekitar jam 7, inget gak lu? hah?", omel Icha sambil mengingatkan kepada orang tersebut.
"Yeeee . . . u kok nyolot gitu sih sama w? Sumpah w tuch gak merasa misscall-miscall u", jawab orang tersebut.
"W jg kali, sumpah kemarin nomor u tuch misscall-misscall nomor w, allaaaaahhh... udahlah gak penting. Sorry dah ganggu. Makasi", ucap icha sambil menutup telepon tersebut.

Icha begitu sangat jengkel dengan orang tersebut. Beberapa menit kemudian ada SMS masuk, dan ternyata dari orang yang tadi. Saat itu Icha telah sampai ditempat kursusnya.

SMS2: Maaf ganggu lagi, pasti u dah gak mau berurusan lagi sama w. Maafin w ya. ternyata benar,
kemarin nomor w misscall nomor u. Tapi itu bukan w, melainkan sepupu w. Soalnya kemarin dia
pinjam HP w, makanya w ngotot banget dan gak merasa misscall u. Sorry banget ya!"

Icha pun membalas SMS tersebut

SMS1: Tuch kan, w bilang juga apa. U sih nyolot banget. Sebenarnya w udah bete banget, tapi
udahlah, w juga minta maaf. By the way, emang sepupu u tuch siapa? Kok bisa tau nomor w?

SMS dikirim, SMS Ichapun dibalas,

SMS2: Namanya Rio, dia bilang u pernah misscall-misscall dia. U kenal sama dia? By the way nama
u siapa sih?

Icha membalas SMS tersebut,

SMS1: Oohh Rio? Anak Bekasi ya? Sekolah di Anida kan? W sih gak kenal, yang kenal itu sepupu w.
Namanya Lya. Lya kenal ma Rio. Katanya Rio tuh kakak kelasnya. Tuh Lya yang misscall-misscall
Rio. Nama w Icha. Kalo u?

Setelah itu SMS Icha pun di balas,

SMS2: Ohh gitu. Icha? Nama yang imut ya? Pasti orangnya juga imut deh. Kalo w Janet, w sepupunya
Rio. Oya, u anak mana?

Icha membalas SMS Janet,

SMS1: Janet? Aneh banget nama u? Alahh sotoy u, tapi kok u tau kalo w tuh orangnya emang imut?
haha. W anak Bekasi Utara, Harapan Indah. Oya, sorry banget nih, w mau les bahasa inggris
dulu, nanti terusin lagi ya! tha tha

Janet membalas,

SMS2: Oke deh, hati-hati ya.

Dua jam kemudian, Icha telah selesai mengikuti pelajaran les dan Icha bergegas pulang menuju kerumah.

MALAM TIBA

Saat Icha sedang belajar, HP berbunyi. Ada SMS masuk dari Janet.

Janet: Good night Icha :-)
sedang apa? sudah mam belum?

Icha tersenyum lebar, dalam benaknya berkata, "Gila, jujur aja nih, sebenarnya w males banget kalo harus ngeladenin orang gak jelas gini, tapi kenapa ya, kok w seneng banget ya dia SMS?."

Icha : Night too net, :-D
w lagi belajar, kalo u sedang apa? W udah mam kok. kalo u? Thanks ya udah perhatian sama w.
Janet: Aku lagi nonton TV, dan aku udah mam juga. Ya sama-sama, aku perhatian gini sama kamu
karena kamu orangnya baik banget sama aku. Yaaah berarti aku ganggu kamu banget donk?
Icha : Gak kok, soalnya aku udah selesai nih,
makasi. Kamu juga baik sama aku. Lho jadi aku, kamu gini ngomongnya. Tapi gak apa-apa deh
kedengaran sopan gitu.

Dan SMS tersebut terus berlanjut. Setiap hari mereka selalu SMS-an, saling perhatian satu sama lain selayaknya seperti pacar. Icha susah tau semua tentang kepribadian Janet. Janet baru saja lulus daaari sebuah sekolah SMK ternama di Bekasi. Dya tinggal di Bekasi Barat dan dia anak pertama dari tiga bersaudara.
Setelah dua minggu mereka saling mengenal. Janet bertanya kepada Icha, apakah Icha sudah mempunyai pacar?
Icha menjawab dengan mudahnya bahwa dia tidak mempunyai seorang kekasih. Padahal saat itu Icha masih mempunyai seorang kekasih yaitu Nino, yang sudah satu tahun berpacaran dengannya. Icha terpaksa berbohong karena Iacha takut kehilangan perhatian Janet. Nino dan Janet sama-sama tinggal di Bekasi Barat, namun hanya berbeda blok dan daerah. Nino di Komplek Duren Jaya,Bekasi Barat, sedangkan Janet di Kp. Duren Jaya, Bekasi Barat. Icha sempat khawatir tapi karena peredaan itu dia nekat memacari dua cwo. Dia pikir Nino dan Jamet tidak saling mengenal.


BAB II

SUATU MALAM

"Maafkan aku, menduakan cintamu . . .", HP Icha berdering. Telepon dari Janet.

"Hallo",
"Hallo", jawab Icha.
"Lagi apa cha?", tanya Janet.
"Lagi dengerin musik nih, kamu lagi apa?", tanya Icha.
"Lagi nelepon cewek yang imut banget, hehehe", canda Janet.
"Jiiiakhhh cape deh", sambut Icha.
"Kamu udah mam cha?", tanya Janet.
"Udah donk, kamu?", tanya balik Icha kepada Janet.
"Udah, Cha, aku pengen ngomong serius sama kamu", ucap Janet.
"Mau ngomong apa Net?", tanya Icha.
"Cha, kitakan udah saling kenal pribadi masing-masing, sikap masing-masing, saling perhatian.
Menurut aku kamu tuh bener-bener tipe cewek aku banget. Ya mungkin kedengerannya lucu, karena
kita belum ketemu. Tapi aku yakin kamu yang terbaik untuk aku. Sikap kamu, dari cara kamu bicara,
aku tertarik sama kam, sebenarnya aku takut ngomong gini, tapi dari pada aku kehilangan kamu, lebih
baik aku jujur kalo aku suka sama kamu, kamu mau gak jadi pacar aku?", tanya Janet penuh harap.
"Apaaaa? Kamu suka sama aku? Tapi kitakan belum ketemu secara langsung? Nanti kamu nyesel lagi
ketemu aku?", jawab dan tanya Icha dengan terkejut.
"Ini bukan masalah tampang, aku juga takut kamu nyesel ketemu aku. Tapi ini masalah hati, tampang
belakangan. Setiap manusia tuh gak sempurna, Setiap manusia tuh punya kekurangan." Ucap Janet.

Sejenak Icha terdiam, dan berkata dalam hati,

"W kan masih punya Nino, gimana ya? Nanti tampangnya gak sesuai dengan harapan lagi, tapi kalo ternyata tampangya OKE? rugi donk w. Kalo w minta fotonya, pasti dia bakal tersinggung. Ya udah deh w terima aja, tampang belakangan. Kalo jelek jadi temen tapi kalo cakep, Hayuuuck, ckckckck."

"Cha, kok diam? Gak mau ya?", tanya Janet kecewa.
"akhh, upss sorry banget ya, bukan gitu. mmm . . ya udah deh aku mau kok jadi pacar kamu, tapi
jadian ini gak resmi, ya kaya kontrak atau perjanjian gitu. Kalau seandainya kita ketemu dan saling
suka, ya kita resmiin. tapi kalo gak saling suka, kita putus dan jadi temen. gimana?", syarat Icha.
"Ya ampun, berat anget sih. Ya udah aku setuju. Jadi kita pacaran nih?", tanya Janet.
"Iya net."
"Makasih ya sayank. Ga apa-apakan panggil sayang?", tanya Janet.
"Yuaps"

Satu minggupun tak terasa berlalu. Janet ingin sekali bertemu Icha. Dia pun mengajak Icha bertemu di sebuah tempat nongkrong ternama di Bekasi pada hari minggu.

HARI MINGGU

Icha bersiap-siap, dia menggunakan baju putih dan celana jins pendek dan tak lupa mampir kesalon untuk mempercantik diri. Lalu Icha berangkat menuju lokasi.

BERSAMBUNG

Pacarku Banyak Fans Nya !

“ya ampuuun, parah banget. Sekalinya sepi, sepiiii banget. Gak ada stok buat dijadiin cwo” , ucap evil yang tak henti-hentinya menatap genggaman favoritnya, yaitu handphone didepan tongkrongannya .
“emang w jelek banget apah? Sampe gak ada yang deketin w? Sekalinya ada longdistandce, bahkan gak pernah w liat tampangnya. Padahal w sama dia udah 7 bulan pacaran, bukan waktu yang sebentar bukan?? Kenapa dia gak mau ketemu w? kenapa dia gak mau kirim fotolah, apalah, huhff emang gak niat tuh orang ketemu sama w. Udahlah lagi pula sebenarnya banyak yang naksir sama w, tapi w kan cwe setia (bohong.com) ckckck”, gerutu evil sambil tertawa ketika omongan dalam hatinya itu tak sesuai dengan kenyataan .

Evil adalah sosok yang suka main-main sama yang namanya cinta. Udah banyak cwo-cwo yang jadi korban permainannya. Tapi lo semua harus tau bahwa sebenarnya dia adalah sosok wanita yang setia. Ketika dia sudah mencintai seorang laki-laki dengan tulus, maka perjalanan cintanya pun mulus tanpa ada kata permainan.

Tiba-tiba,

“Kriiing, kriing, kriing”
“Beeehhh, ni HP bunyi ngagetin w banget. Mending oke bunyinya, jaduuul banget. Malu-maluin w aja.”, evil pun mengangkat telepon dari rasta, teman cwonya.
“Assalamu’alaikum”
“Wa’alaikum salam, ciia ilahh, kaya ustad lo.”, jawab evil
“hahaha, calon vil. Apa kabar lo?”, tanya rasta basa-basi
“baik. Ngapain lo nelpon w? nanti cwe lo yang stez tuh marah-marah lagi sama w.”, seru evil mengingatkan kejadian yang pernah terjadi dulu saat evil masih berpacarn dengan ades. Laki-laki yang pernah ia pacari selama 7bulan.
“w dah putus vil, lo liat sendirilah dia tuh stezz. Masa semua temen-temen cwe yang pada SMS w, nomornya di hapusin, parah banget kan ?”, deskripsi rasta.
“haha, mampus lo. Saiko banget tuh cwe lo”, ujar evil sambil tertawa dan duduk bersandar di tembok.
“emang! Nyesel w pacaran ama tuh anak. Oya, ngomong-ngomong gimana sama adhes?”, tanya rasta.
“udah putus w ama dia”, jawab evil.
“lah mang kenapa?”, tanya rasta.
“lo kan tau w pacaran ama dia gak pernah ketemu. Padahal seberapa jauhnya sih dari Jakarta ke Bekasi? Paling ngabisin waktu 1 jam.”, cerita evil
“lohh, kata adhes lo dah pernah ketemu ama dia?”, tanya rasta dengan penasaran.
“sebenarnya gak pernah. Semua itu adhes lakuin supaya gak ada yang gangguin w. Kan lo tau temen-temen lo ada yang jadi pengkhianat . Lo tau gak sih, w tuh dah ngedesak dia terus buat ketemu tapi dia gak bisa-bisa. W cape lah hubungan kaya gitu. W kan juga butuh yang namanya belaian dari orang yang w sayang. Ya kan ? ya dah w putusin ajah walaupun sebenarnya w gak tega. soalnya di sampe nangis-nagis gitu” ucap evil yang sambil bertnya-tanya.

“ohhh gitu. Emang kapan lo putusin tuh anak?”, tanya rasta.
“seminggu yang lalu.”, jawab evil.
“ohh ya sudahlah, yang sabar ya. W juga ru putus dari cwe w.”,jawab rasta dengan memberi suggest pada evil.
“lo juga ya ta. Oya, lagi dimana?”, tanya evil.
“lagi dirumah, w masih takut keluar soalnya cwe w yang saiko tuh masih nyari-nyari w. Makanya sampe lo putus sama Adhes aja w gak tau.”, jawab rasta.
“pantess’, ujar evil.
“ya dah vil, besok w telepon lagi dah, oke.”, jawab rasta yang akan menutulp teleponnya.
“okkehh”, jawab evil dan menutup teleponnya.

KEESOKAN HARINYA . . .

BERSAMBUNG

Kau Harus Tau

Mungkin kau tak pernah tau
Aku sangat mencintaimu
Mungkin kau tak pernah mengerti
Aku sangat menyayangimu

Melebihi jiwa dan raga ku
Ku persembahkan hanya kepadamu
Kasihku

Tak kan ada lagi
Cinta dihatiku
Yang mampu membuatku kembali disini,

Mungkin kau telah pergi
Dan takkan kembali
Tinggalkan diriku ,
Sendiri menanti,

Mungkin kau tak pernah tau,
Aku sangat Mencintaimu . . .


shelpieana shaphiitree
night_mistic@yahoo.co.id

Gue

Gue seorang remaja
yang tidak pernah menikmati kebahagiaan

Gue seorang anak
yang tidak pernah menikmati kasih sayang

Gue seorang gadis
yang tidak pernah menikmati cinta tulus

Sampai sekarang,
tidak pernah jelas arah hidup gue
tak pernah gue dapet kedamaian
TIDAK PERNAH !

Tersiksa, sangat tersiksa
hidup gue kelam,
hidup gue gelap tak jelas

HARUSKAH GUE MATI KARNA DEPRESI ?